Tentang Audit Mutu Internal

Sejak diterbitkannya Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, arah pendidikan tinggi berubah menjadi pendidikan tinggi yang bersifat pada pemenuhan kebutuhan stakeholder atau pasar kerja. Perubahan arah kebijakan pendidikan tersebut disertai dengan perubahan paradigma dalam penyelenggaraan satuan pendidikan tinggi harus berdasarkan pada prinsip otonomi, akuntabilitas, penjaminan mutu dan evaluasi yang transparan. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 51 Ayat 2, dimana pada ayat tersebut terdapat 5 (lima) unsur dasar penyelenggaraan pendidikan tinggi yaitu otonomi, akuntabilitas, akreditasi, mutu dan evaluasi.

Selain dari pada itu tuntutan masyarakat terhadap mutu lulusan dan layanan pendidikan tinggi semakin meningkat. Oleh karena itu pemerintah berusaha untuk membudayakan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi dengan berbagai instrumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Perguruan Tinggi.

Paradigma baru yang berhubungan dengan prinsip mutu semakin tegas yaitu dengan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), dimana pada Pasal 51 Ayat 2 menyatakan bahwa semua satuan pendidikan pada jalur formal dan non formal wajib melaksanakan mutu pendidikan.

STMIK AMIKOM Purwokerto merupakan salah satu institusi yang melaksanakan pendidikan tinggi, menyambut baik upaya peningkatan mutu pendidikan dalam rangka pemenuhan terhadap tuntutan stakeholder yang semakin kritis. Oleh karena itu STMIK AMIKOM Purwokerto telah melakukan berbagai upaya diantaranya dengan menerapkan SPMI melalui Audit Mutu Internal (AMI).

AMI merupakan kegiatan evaluasi kinerja unitā€unit di lingkungan STMIK AMIKOM Purwokerto yang dilaksanakan secara periodik setiap tahun. Kegiatan AMI tahun 2017 berlangsung untuk seluruh Bagian, Lembaga, UPT dan Program Studi yang ada di STMIK AMIKOM Purwokerto.

Terdapat 2 (dua) jenis data hasil pengukuran kinerja, yaitu data angka (kuantitatif) yang berupa indeks kinerja dan data deskriptif temuan (kualitatif), yang berupa deskripsi temuan, akar penyebab, akibat, rekomendasi, dan penanggung jawab.