PERENCANAAN PELAKSANAAN DAN PENILAIAN KUALITAS TEAM TEACHING

A. Pendahuluan

1. Deskripsi Singkat

Dalam Bab V ini berturut-turut dipaparkan secara rinci tentang tahap perencanaan team teaching, tahap pelaksanaan team teaching, dan penilaian kualitas team teaching. Paparan ini merupakan inti dari kegiatan team teaching, sebab secara manajerial segala kegiatan yang baik niscaya dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan diakhiri dengan penilaian yang baik pula.

2. Kemampuan akhir yang diharapkan 

Setelah selesai mempelajari secara seksama bab Perencanaan, Pelaksanaan, dan Penilaian Kualitas Team Teaching, diharapkan Anda mampu :

  1. Menjelaskan hal-hal yang perlu disiapkan atau dilakukan pada tahap perencanaan team teaching?
  2. Menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan pada tahap pelaksanaan team teaching.
  3. Menjelaskan minimal tiga cara untuk menilai kualitas pelaksanaan team teaching.
  4. Merencanakan dan menerapkan pembelajaran team teaching pada satu mata kuliah selama satu semester penuh.

B. Penyajian

Pada bagian ini berturut-turut akan dipaparkan tentang tahapan pelaksanaan team teaching, yang meliputi tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan evaluasi atau penilaian keberhasilan team teaching.

1. Perencanan Team Teaching

Pada tahap awal, perencanaan team teaching diawali dengan adanya keinginan dosen untuk mengajar dalam tim. Pada hakikatnya, semua mata kuliah layak untuk disajikan dalam team teaching. Namun, sebagaimana diuraikan di depan, dosen yang semestinya berkeinginan untuk mengajar dalam tim adalah dosen yang mengajar mata kuliah yang menuntut adanya praktik atau praktikum, beberapa dosen mengajar mata kuliah yang sama, dosen mengajar kelas besar, atau dosen mata kuliah yang menuntut aplikasi dari berbagai bidang ilmu. Prakarsa dapat dimulai oleh dosen senior, tetapi juga tidak menutup kemungkinan dimulai oleh dosen junior.

Perencanaan Team teaching hendaknya langkah-langkah yang runtut dan logis, tujuannya agar dapat dilaksanakan sesuai keadaan atau kenyataan sebenarnya yang terjadi di dalam praktik pembelajaran. Menurut IGAK Wardani (2005: 29-30), perencanaan team teaching dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah berikut :

  1. Menetapkan tujuan team teaching, misalnya apakah untuk menyamakan penampilan (karena satu mata kuliah diajarkan oleh beberapa kelas yang berbeda), untuk memberikan bimbingan praktik atau praktikum, atau untuk membuat pembelajaran menjadi lebih komprehensif karena mempersyaratkan penerapan berbagai bidang ilmu
  2. Menetapkan variasi atau jenis team teaching yang akan diterapkan. Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan, tim menentukan apakah akan menggunakan semi team teaching atau team teaching penuh
  3. Menyepakati garis besar (outline), berupa rencana pembelajaran semester, rencana pelaksanaan pembelajaran, kontrak perkuliahan, dan persyaratan mata kuliah. Kesepakatan ini mutlak perlu baik bagi semi team teaching maupun team teaching penuh.
  4. Menyepakati pengorganisasian materi cara penyampaian, serta cara dan penentuan nilai; di samping kesepakatan cara penilaian rencana team teaching.

Langkah perencanaan untuk memilih semi team teaching (semi team planning) berakhir sampai langkah ke- 4 tersebut, dan dilanjutkan dengan tahap atau langkah pelaksanaan.

  1. Bagi yang memilih team teaching penuh, perencanaan dilanjutkan dengan memilih model team teaching penuh yang paling sesuai, kemudian dilanjutkan dengan pembagian tugas dan tanggung jawab.
  2. Langkah terakhir dalam perencanaan bagi yang memilih team teaching penuh dapat berupa penghalusan atau membuat rincian langkah-langkah pelaksanaan.

2. Pelaksanaan Team teaching

Kegiatan pelaksanaan dilakukan untuk semi team teaching dan team teaching penuh. Pelaksanaan semi team teaching (semi team planning) dan team teaching penuh disesuaikan dengan kesepakatan dalam perencanaan. Dalam semi team teaching (semi team planning), pelaksanaan pembelajaran dilakukan sendiri-sendiri dengan materi, strategi penyampaian, serta cara penilaian yang sudah disepakati dengan perencanaan. Selama proses pelaksanaan (satu semester) anggota tim dapat saja bertemu kembali jika ada hal-hal yang perlu disepakati bersama.

Sementara itu, dalam team teaching penuh, pelaksanaanya berlangsung sesuai dengan rencana yang telah disepakati, jika direncanakan selama satu semester tim akan terus mengajar bersama, maka dalam satu semester tim akan terus mengajar bersama. Namun jika direncanakan hanya dalam penyampaian topik-topik tertentu saja tim tampil bersama, maka frekuensi bertemu team teaching penuh ini menjadi lebih jarang. Demikian pula variasi pelaksanaan yang direncanakan akan menentukan siapa, kapan, dan di mana akan mengerjakan apa. Setiap anggota tim berperan sesuai dengan pembagian tugas dan tanggung jawab yang disepakati.

3. Penilaian Kualitas team Teaching

Team teaching dikatakan berkualitas jika ia mampu membuat pembelajaran menjadi lebih mangkus dan sangkil (efektif dan efisien); dalam arti mahasiswa belajar lebih intensif sehingga penguasaan mereka atas materi pembelajaran menjadi lebih mantap dan komprehensif. Di lain pihak, team teaching yang berkualitas harus mampu membina hubungan kolegial yang sehat dan akrab antar anggota tim, sehingga kekompakan tim dalam penampilan bersama dapat dinikmati oleh mahasiswa. Untuk menilai kualitas team teaching, dapat dilakukan berbagai cara, antara lain sebagai berikut :

  1. Melaksanakan penilaian sajian pembelajaran dengan cara meminta mahasiswa mengisi angket atau mengungkapkan pendapatnya dalam mengikuti pembelajaran yang dilakukan oleh team teaching dalam pembelajaran. Pertanyaan yang dicantumkan dalam angket atau diungkapkan dalam wawancara dapat mencakup metode atau cara penyampaian materi, kekompakan tim, perencanaan informasi yang disampaikan, menarik atau tidaknya sajian tersebut, dan kesan umum mahasiswa terhadap tim. Angket dan hasil wawancara diolah oleh tim dan dijadikan masukan untuk perbaikan pelaksanaan team teaching berikutnya.
  2. Melakukan refleksi diri bagi anggota tim untuk melihat apa yang sudah dilakukannya bagi tim, manfaat apa yang didapat dari tim, serta masalah apa yang dihadapi. Dalam hal ini, setiap anggota tim harus mampu melakukan refleksi secara jujur, sehingga kendala yang dialami dapat diungkapkan dan dapat dipecahkan bersama. Di samping itu, evaluasi team teaching selama proses pembelajaran dapat dilakukan oleh partner team setelah jam pembelajaran atau perkuliahan berakhir. Evaluasi dilakukan oleh masing-masing partner dengan cara memberi kritikan-kritikan dan saran-saran yang membangun untuk perbaikan proses pembelajaran selanjutnya. Dalam hal ini, setiap dosen yang diberi saran lapang dada menerima dengan baik saran-saran tersebut, karena pada hakikatnya itulah kelebihan dari team teaching. Setiap dosen harus merasa bahwa dirinya banyak mengalami kekurangan, tidak merasa diri paling benar dan paling pintar. Evaluasi ini dilakukan di luar ruang kelas, hal ini dilakukan untuk menjaga wibawa masing-masing dosen dihadapan mahasiswanya.
  3. Menilai hasil belajar mahasiswa, baik melalui tugas, penampilan, ujian tengah semester maupun ujian akhir semester. Apabila hasil belajar mahasiswa rata-rata semakin baik, berarti menunjukan kualitas pelaksanaan team teaching semakin baik pula. Menilai hasil belajar mahasiswa rata-rata semakin baik, berarti menunjukan kualitas pelaksanaan team teaching semakin baik pula. Menilai hasil belajar mahasiswa ini harus dilakukan secara bersama-sama oleh anggota team teaching, terutama dalam menentukan bentuk soal, tes lisan atau tulisan, objektif tes atau subjektif tes atau tes kombinasi, pedoman skor penilaian yang digunakan, dan pembagian peran dan tanggung jawab masing-masing dosen pelaksanaan evaluasi.

Ketiga hal tersebut dapat dijadikan acuan dalam menilai kualitas team teaching. Dengan mempertimbangkan ketiga jenis atau aspek penilaian di atas, seorang dosen akan dapat memperkirakan kualitas team teaching yang dilaksanakan. Dari hasil penilaian ini juga dapat diidentifikasi aspek-aspek yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan karena dianggap sudah memenuhi kriteria. Penilaian harus dilakukan secara bersama oleh anggota tim sebagai pihak yang paling berkepentingan. penilaian team teaching harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan.

C. Penutup

1. Rangkuman

Team teaching harus direncanakan dengan cermat serta dilaksanakan dengan komitmen yang tinggi, kemudian serta dilaksanakan dengan komitmen yang tinggi, kemudian dinilai. Perencanaan meliputi penetapan tujuan, jenis team teaching, rencana pembelajaran semester, rencana pelaksanaan pembelajaran (mingguan), pengorganisasian materi, instrumen penilaian, serta pembagian tugas. 

Pelaksanaan team teaching dilakukan sesuai dengan kesepakatan, sedangkan penilaian dilakukan dengan angket yang diisi oleh mahasiswa, refleksi diri, serta melihat hasil belajar mahasiswa. Team teaching dikatakan efektif jika berdampak positif bagi dosen dan mahasiswa.

2. Soal Latihan

  1. Apa saja hal-hal yang perlu disiapkan atau dilakukan pada tahap perencanaan team teaching?
  2. Apa saja  hal-hal yang perlu dilakukan pada tahap pelaksanaan team teaching?
  3. Coba jelaskan minimal tiga cara untuk menilai kualitas pelaksanaan team teaching!

Tugas Latihan :

  1. Coba Anda jajagi kemungkinan untuk mengajar dalam tim dalam suatu mata kuliah. Aspek apa saja yang perlu Anda perlu pertimbangan dalam penjajagan ini?
  2. Buatlah rencana satu team teaching berdasarkan hasil penjajagan Anda tersebut pada huruf, kemudian laksanakan rencana tersebut, serta lakukan penilaian. Analisislah hasil penilaian tersebut sehingga Anda ketahui bagaimana cara meningkatkan team teaching berikutnya.
  3. Setelah Anda mencoba melaksanakan team teaching, cobalah bandingkan pengalaman Anda dalam team teaching dengan pengalaman Anda ketika mengajar sendiri. Pelajaran apa yang dapat Anda petik dari perbandingan tersebut? Bagaimana komentar Anda petik dari perbandingan tersebut? Bagaimana komentar Anda selanjutnya tentang team teaching?

3. Tindak Lanjut

Setelah Anda selesai mempelajari bab Perencanaan, pelaksanaan, dan Penilaian Kualitas Team Teaching tersebut, dan merasa mampu mengerjakan soal-soal tes formatif tersebut, Anda dipersilakan untuk mempelajari bab berikut yang berjudul Implikasi Team Teaching bagi Lembaga Pendidikan

                                          

                                      

Tentang Penulis

Arif Mu'amar Wahid

Arif Mu'amar Wahid

Staf di LP3M sejak tahun 2017. Terlibat dalam berbagai aktivitas penjaminan mutu. Memiliki minat di bidang pengembangan website dengan spesialisasi CMS Wordpress.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Bagikan

Berita

Terbaru

Artikel

Terbaru