Klasifikasi Model Pembelajaran

A. Pendahuluan 

1. Deskripsi Singkat

Pada bab ini diuraikan tentang klasifikasi model pembelajaran menurut Joyce dan Weil (1986) yang meliputi: (1) Kelompok Model Pengolahan Informasi atau The Information Processing Family, (2) Kelompok Model Personal atau The Personal Family, (3) Kelompok Model Sosial atau The Social Family, (4) Kelompok Model Sistem Perilaku atau The Behavioural System Family.

2. Kemampuan yang diharapkan 

Kemampuan yang diharapkan dengan mempelajari bab ini adalah agar peserta pelatihan mampu menganalisis klasifikasi model pembelajaran. Indikator pencapaian kemampuan ini meliputi peserta pelatihan mampu :

  1. Menjelaskan klasifikasi model pembelajaran menurut Joyce dan Weil.
  2. Menganalisis empat kelompok model pembelajaran yang dikembangkan Joyce dan Weil dilihat dari (1) Asumsi yang mendasarinya, (2) Orientasi Pokok, (3) Tujuan yang ingin dicapai, (4) Tiga contoh model yang tercakup dalam setiap kelompok.

B. Penyajian 

1. Klasifikasi model pembelajaran menurut Joyce dan Weil 

Joyce dan Weil (1986) telah menyajikan berbagai model pembelajaran yang telah dikembangkan dan di tes keterpakaiannya oleh para pakar kependidikan, dalam rangka pemanfaatannya model yang telah ada. Walaupun judul buku yang memuat tentang model-model tersebut adalah Models of Teaching akan tetapi isinya secara mendasar bukan semata-mata menyangkut kegiatan guru mengajar, akan tetapi justru lebih menitikberatkan pada aktivitas belajar mahasiswa. Sebagaimana ditegaskan oleh Joyce dan Weil (1986), Hakikat mengajar atau teaching adalah “membantu mahasiswa memperoleh informasi, ide, keterampilan, nilai, cara berfikir, sarana untuk mengekspresikan dirinya, dan cara-cara bagaimana belajar”.

Dalam kenyataan sesungguhnya, hasil akhir atau hasil jangka panjang dari proses pembelajaran ialah, “the student increase capabilities to learn more easly and effectively in the future”, yaitu kemampuan mahasiswa yang tinggi dapat belajar lebih mudah dan lebih efektif di masa yang akan datang (Joyce dan Weill, 1986:1). Karena itu, proses pembelajaran tidak hanya memiliki makna deskriptif dan kekinian, akan tetapi juga bermakna prospektif dan berorientasi masa depan.

Dari hasil kajian berbagai model pembelajaran yang secara khusus telah dikembangkan dan di tes oleh para pakar kependidikan dibidang itu, Joyce dan Weil (1986) mengelompokan model-model tersebut kedalam empat kategori, yakni: (a) Kelompok Model Pengolahan Informasi atau The Information Processing Family, (b) Kelompok Model Personal atau The Personal Family, (c) Kelompok Model Sosial atau The Social Family, (d) Kelompok Model Sistem Perilaku atau The Behavioural System Family.

2. Kelompok model pengolahan Informasi atau The Informasi Processing Family 

Kelompok model pengolahan informasi pada dasarnya merupakan kelompok model yang menitik beratkan pada cara memperkuat dorongan internal (dorongan yang datang dari dalam diri) manusia untuk memahami dunia dengan cara menggali dan mengorganisasikan data, merasakan adanya masalah dan mengupayakan jalan pemecahannya, serta mengembangkan bahasa untuk mengungkapkannya.

Berapa model dalam kelompok ini memberikan kepada para mahasiswa sejumlah konsep, sebagian lagi menitikberatkan pada pembentukan konsep dan pengetesan hipotesis, dan sebagian lainnya memusatkan perhatian pada pengembangan kemampuan kreatif. Beberapa model, sengaja dirancang untuk memperkuat kemampuan intelektual umum.

Model-model pembelajaran yang termasuk dalam kelompok ini adalah: (1) Pencapaian konsep (Concept Attainment), (2) Berpikir induktif (Inductive Thinking), (3) Latihan Penelitian (Inquiry Training), (4) Pemandu Awal (Advance Organizers), (5) Memorisasi (Memorization), (6) Pengembangan Intelek (Developing Intellect), (7) Penelitian Ilmiah (Scientific Inquiry). Siapa tokoh dan apa tujuan masing-masing model yang termasuk dalam kelompok ini dapat disimak melalui tabel 2.1

Tabel 2.1 Daftar Tokoh dan Tujuan Model-Model Pembelajaran Kelompok Pengolahan Informasi

No.            Model            Tokoh                                                    Tujuan
  Pencapaian konsep (Concept attainment)

Jerome Bruner, Goognow Austin

Dirancang untuk pembentukan konsep, pengujian hipotesis, Pengembangan kemampuan kreatif, pengendalian aktivitas dan membantu siswa agar menjadi lebih bermakna dalam belajar konsep.
  Berpikir Induktif (Inductive Thinking) Hilda Taba  Dirancang untuk membentuk kemampuan berpikir induktif dalam kegiatan akademik yang diperlukan untuk kecakapan hidup (life skill)
L Latihan Penelitian (Inquiry Training) Richard Suchman  Dirancang untuk memperkuat dorongan alami dalam melakukan eksplorasi, penelitian secara mandiri, mengumpulkan dan mengolah data secara logis, dan melakukan prosedur penelitian secara ilmiah
  Pemandu Awal (Advance Organizers) David Ausubel  Dirancang untuk mengaitkan pengetahuan awal dan pengetahuan baru, dan mengembangkan scaffolding intellectual (perancah intelektual atau teknik pemberian dukungan belajar secara terstruktur, yang dilakukan pada tahap awal untuk mendorong siswa agar dapat belajar mandiri
M Memorisasi (Memorization)  Bugelski, Harry Lorayne, Jerry Lucas, Pressley, Joel Levin, Delaney Keterampilan belajar ke dalam suatu pola EDUCARE? (Explanation, Doing-detail, Use, Check and correct, Aide-memoire, Review, Evaluation?) Ask question
p Pengembangan Intelek (Developing Intellect) Jean Piaget, Living Sigel, Edmun Sulivan, Lawrence kohlberg  Dirancang untuk pembentukan kemampuan berpikir atau  pengembangan intelektual pada umumnya, Khusus berpikir logis. Kemampuan dapat diterapkan pada kehidupan sosial dan pengembangan moral 
P Penelitian ilmiah (Scientific Inquiry)  Sushman  Dirancang untuk perkembangan anak yang mandiri, menurut metode yang dapat memberi kemudahan bagi peserta didik untuk melibatkan diri dalam penelitian ilmiah, dengan harapan para pelajar dapat mempertanyakan mengapa suatu peristiwa terjadi, dan menelitinya dengan cara mengumpulkan data dan mengolah data secara logis 

Djaskarti (2005: 6)

3. Kelompok Model Personal (Personal Models)

Kelompok model personal bertolak dari pandangan kedirian atau self hood dari individu. Proses pendidikan sengaja diusahakan untuk memungkinkan diri sendiri dengan baik, memikul tanggung jawab untuk pendidikan, dan lebih kreatif untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik.

Kelompok model personal memusatkan perhatian pada pandangan perseorangan dan berusaha menggalakkan kemandirian yang produktif, sehingga manusia menjadi semakin sadar diri dan bertanggung jawab atas tujuannya. Model-model pembelajaran yang termasuk dalam kelompok model ini adalah: (1) Pengajaran Tanpa Arahan (Non Directive Teaching), (2) Sinektiks (Synectics Model), (3) Latihan Kesadaran (Awareness Training), (4) Pertemuan Kelas (Classroom Meating). Tokoh-tokoh dan tujuan masing-masing model yang termasuk dalam kelompok ini dapat disimak melalui tabel 2.2 

Tabel 2.2 Daftar Tokoh dan Tujuan Model-Model Pembelajaran 

Kelompok Model Personal (Personal Models)

No.            Model      Tokoh                                                      Tujuan 
  Pengajaran Tanpa Arahan (Non Directive Teaching Carl Rogers Dirancang untuk kemitraan guru/dosen-peserta didik. Guru/dosen membantu peserta didik memahami perannya dalam pendidikan mereka sendiri. Model ini menekankan pada kemampuan belajar mandiri untuk mencapai pemahaman dan penemuan diri sendiri sehingga terbentuk konsep diri.
S Sinektiks (Synectics Model) William Gordon Dirancang untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah, mengekspresikan sesuatu secara kreatif, menunjukan emphatic, dan memiliki sosial. Penemuan yang kreatif pada hakekatnya sama dalam berbagai bidang yang ditandai dengan proses intelektual yang me-latar belakangi.
  Latihan Kesadaran (Awareness Training) Fritz Peris William Schutz Dirancang untuk meningkatkan kemampuan/kapasitas seseorang dalam menelusuri/mengeksplorasi dan menyadari pemahaman diri sendiri
  Pertemuan Kelas (Classroom Meeting) William Glasser Dirancang untuk pengembangan rasa cinta yang tercermin dalam bentuk tanggung jawab sosial untuk saling membantu dan saling memperhatikan satu sama lain. 

Djaskarti (2005: 7)

4.  Kelompok Model Sosial atau Social Models           

Harus diakui bahwa kerjasama merupakan salah satu fenomena kehidupan masyarakat. Dengan kerjasama manusia dapat membangkitkan dan menghimpun tenaga atau energy secara bersama yang kemudian disebut synergy (Joyce dan Weil).

Kelompok model sosial ini dirancang untuk memanfaatkan fenomena kerjasama. Model ini telah banyak diteliti dalam rangka pengetesan keberlakuannya. David serta Roder Johnson dan kawan-kawan (1974-1981). Begitu juga Robert Slavin (1983) telah bekerjasama dengan para guru untuk mengkaji kemanfaatan dari penggunaan cooperative reward atau hadiah yang diberikan atas suatu kerjasama, dan struktur tugas kerjasama atau cooperative task structure dalam suatu kegiatan kelompok. Hasilnya cukup meyakinkan, ternyata belajar bersama dapat membantu berbagai proses belajar. Namun demikian hal ini tidaklah berarti bisa dipakai begitu saja. Yang harus dicatat ialah, synergy dapat diberikan keuntungan, dan oleh karena itu pula model-model sosial merupakan bagian penting dari proses pembelajaran secara keseluruhan.

Model-model pembelajaran yang termasuk dalam kelompok model ini adalah (1) Investigasi Kelompok (Group Investigation), (2) Bermain Peran (Role Playing), (3) Penelitian Yurisprudensial (Jurisprudential Inquiry), (4) Latihan Laboratories (Laboratory Training), (5) Penelitian ilmu sosial (social science Inquiry)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *